Iran tegaskan tak ada ruang untuk diplomasi
Iran tegaskan tak ada ruang untuk diplomasi - ANTARA News ANTARA Dunia Iran tegaskan tak ada ruang untuk diplomasi Iran tegaskan tak ada ruang untuk diplomasi Selasa, 10 Maret 2026 17:51 WIB waktu baca 2 menit Serangan AS-Israel terhadap sebuah sekolah dasar di Iran. (ANTARA/Anadolu/py/pri) Istanbul (ANTARA) - Pejabat Iran menyatakan pihaknya menyingkirkan kemungkinan diplomasi dan Teheran siap menghadapi perang berkepanjangan dengan Washington serta terus menyerang negara-negara Teluk untuk menekan mereka agar mendorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump mundur dari konflik tersebut.Pernyataan itu disampaikan Kamal Kharazi, penasihat kebijakan luar negeri di kantor pemimpin tertinggi Iran, dalam wawancara dengan CNN, Senin malam (9/3), waktu setempat.Kharazi memperingatkan bahwa saat ini diplomasi bukanlah pilihan dan perang hanya dapat berakhir jika tekanan ekonomi mendorong negara-negara lain untuk turun tangan."Saya tidak melihat ruang untuk diplomasi lagi, karena Donald Trump telah menipu pihak lain dan tidak menepati janjinya, dan kami mengalami hal itu dalam dua putaran perundingan; saat kami sedang terlibat bernegosiasi, mereka justru menyerang kami," kata Kharazi.Baca juga: Kamp militer Jerman di Yordania kena serangan rudal balistik Iran Dia menambahkan tidak ada ruang, kecuali jika tekanan ekonomi ditingkatkan sedemikian rupa, sehingga negara-negara lain akan turun tangan untuk menjamin penghentian agresi Amerika dan Israel terhadap Iran.Kharazi pun menyarankan agar negara-negara Arab Teluk dan pihak lain seharusnya menekan Washington untuk mengakhiri konflik."Perang ini telah menimbulkan banyak tekanan, tekanan ekonomi, terhadap pihak lain, dalam hal inflasi maupun kekurangan energi; dan jika ini terus berlanjut, maka tekanan itu akan semakin meningkat sehingga pihak lain tidak punya pilihan selain turun tangan," ucapnya.Ketika ditanya apakah militer dan kepemimpinan Iran tetap bersatu, Kharazi menjawab bahwa mereka tetap solid."Tanggung jawab pemimpin Republik Islam Iran adalah memimpin kemampuan pertahanan Iran dan sebagaimana yang dilakukan Ayatollah Khamenei, kini pemimpin baru juga akan melakukannya," tegasnya. Baca juga: Erdogan: Pelanggaran terhadap wilayah udara Turki tak bisa ditoleransiWawancara tersebut muncul ketika eskalasi regional meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari lalu.Serangan itu menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Iran lalu membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer milik AS.Iran juga secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab.Selat Hormuz menangani sekitar 20 juta barel pengiriman minyak per hari dan sekitar 20 persen perdagangan gas alam cair global, yang sebagian besar menuju pasar Asia.Sumber: Anadolu Baca juga: Belanda kerahkan kapal perang ke Mediterania atas permintaan PrancisPenerjemah: Kuntum Khaira RiswanEditor: Fransiska Ninditya Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. konflikTimur TengahIranAS-IsraelSelat Hormuzdiplomasi Komentar Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE. Berita Terkait DPR minta pemerintah siapkan skenario darurat soal haji 36 menit lalu Saudi sampaikan duka atas kematian tentara Kuwait dan UEA 1 jam lalu G7 bahas pelepasan cadangan minyak saat harga melonjak 1 jam lalu Keluarga Alumni UMY serukan upaya perdamaian di Timur Tengah 1 jam lalu 226 anak di Banten alami gangguan psikis akibat konflik orang tua 2 jam lalu Bappidsus: Fundamental ekonomi Indonesia masih kuat 2 jam lalu 700.000 orang mengungsi akibat eskalasi konflik Lebanon-Israel 2 jam lalu IRGC jamin hak lintas di Hormuz bagi negara yang usir dubes AS, Israel 2 jam lalu Erdogan: Pelanggaran terhadap wilayah udara Turki tak bisa ditoleransi 2 jam lalu Rekomendasi lain Ada 100 formasi CPNS Kemlu 2024, simak syarat dan tahapan seleksi 23 Agustus 2024 Jadwal libur sekolah semester ganjil 2025/2026 di seluruh provinsi 11 Desember 2025 Libur nasional tambahan 18 Agustus 2025, cek jadwal lengkapnya! 5 Agustus 2025 Daftar lengkap besaran UMP 2024 di 38 Provinsi Indonesia 3 Juli 2024 Daftar barang dan jasa yang terkena PPN 12 persen mulai 1 Januari 2025 17 Desember 2024 Cara top up saldo GoPay pakai aplikasi BRImo 9 Agustus 2024 Pinjaman KUR BRI 2025, ini syarat dan tabel cicilan terbaru 21 Januari 2025 Hukum puasa tanpa sahur, apakah tetap sah? Berikut penjelasannya 1 Maret 2025 Cek tagihan PBB secara online, tak perlu ke kantor pajak 3 Juli 2024