AGAM – Di tengah upaya pemulihan pascabencana, semangat kebersamaan warga di Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tak sedikit pun padam. Mereka merayakan malam takbiran dengan menggelar pawai obor yang meriah, Kamis malam lalu. Kegiatan ini menjadi simbol ketangguhan dan harapan di tengah duka.
Pawai obor yang berlangsung di dua jorong terdampak bencana ini diikuti oleh sekitar 80 peserta. Mayoritas peserta adalah siswa-siswi dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), menunjukkan partisipasi aktif generasi muda dalam melestarikan tradisi.
Semangat Kebersamaan di Tengah Pemulihan
Kemeriahan pawai obor semakin terasa dengan iringan tabuhan gendang tambua dan tansa yang dimainkan oleh para pemuda. Suara alat musik tradisional ini berpadu harmonis dengan cahaya obor, menciptakan suasana khidmat namun penuh kegembiraan menyambut hari kemenangan.
Meskipun wilayah mereka baru saja dilanda musibah yang meninggalkan dampak mendalam, warga Agam menunjukkan bahwa tradisi dan semangat kebersamaan tetap menjadi prioritas. Pawai obor ini bukan hanya sekadar perayaan, melainkan juga pesan kuat tentang resiliensi komunitas.
- Partisipasi Aktif: Sekitar 80 peserta, didominasi anak-anak SD dan SMP, menunjukkan antusiasme tinggi.
- Iringan Tradisional: Pemuda setempat memainkan gendang tambua dan tansa, menambah semarak suasana pawai.
- Simbol Harapan: Pawai obor menjadi manifestasi semangat warga untuk bangkit dan menyongsong masa depan yang lebih baik, meski dalam kondisi pemulihan.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa di balik setiap cobaan, selalu ada ruang untuk merayakan kehidupan dan menjaga nilai-nilai luhur. Warga Nagari Sungai Batang berharap, pawai obor ini dapat membawa berkah dan semangat baru untuk terus membangun kembali daerah mereka.