Politik
Belajar dari Fathu Makkah: Strategi Damai Jaga Stabilitas Ekonomi
Belajar dari Fathu Makkah: Strategi Damai Jaga Stabilitas Ekonomi | Republika Online Advertisement News-analysis Selarung Kolom Lipsus Hijri 23 Ramadhan 1447 WIB Shubuh 04:42 WIB Dhuhur 12:05 WIB Ashar 15:12 WIB Maghrib 18:10 WIB Isya 19:18 WIB | Kamis, 23 Ramadhan 1447 Advertisement Home > Kolom > Kalam Kamis 12 Mar 2026 08:56 WIB Belajar dari Fathu Makkah: Strategi Damai Jaga Stabilitas Ekonomi Hikmah Fathu Makkah kian relevan bagi dunia kini yang hadapi ketegangan geopolitik Red: Hasanul Rizqa Foto: ANTARA FOTO/Andika Wahyu ILUSTRASI Fathu Makkah terjadi pada 20 Ramadhan tahun kedelapan Hijriah. Oleh : Faozan Amar*) Pada 10 hari terakhir Ramadhan, umat Islam sering diingatkan pada salah satu peristiwa monumental dalam sejarah Islam, yakni Fathu Makkah yang terjadi pada 20 Ramadhan tahun kedelapan Hijriah. Peristiwa ini tidak hanya menjadi tonggak kemenangan umat Islam, tetapi juga memberikan pelajaran strategis tentang kepemimpinan, diplomasi, dan pengelolaan konflik yang elegan. Ketika Nabi Muhammad SAW memasuki Makkah dengan sekitar 10 ribu pasukan, dunia mungkin membayangkan sebuah penaklukan penuh pertumpahan darah. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Kota Makkah dapat dikuasai tanpa perang besar. Rasulullah SAW bahkan memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat Makkah, termasuk bagi mereka yang sebelumnya memusuhi Islam. Baca Juga Operasi 100 Roket Hizbullah ke Israel Merujuk Surat Al-Fil, Ini Kata Pakar Militer Ditanya Kapan Tahan Eks Menag Yaqut Usai Menang Praperadilan? Ini Jawaban KPK Bank Aladin Syariah Catat Lonjakan Nasabah dan Aset pada 2025 Kebijakan ini menunjukkan, kemenangan sejati tidak selalu dicapai melalui konfrontasi terbuka, melainkan melalui strategi yang matang, kepemimpinan moral, dan kemampuan mengelola situasi secara bijaksana. Dalam konteks modern, peristiwa ini menjadi contoh klasik bagaimana strategi yang cerdas mampu menciptakan stabilitas yang berkelanjutan. Strategi tanpa konfrontasi Dalam perspektif strategi modern, pendekatan Rasulullah SAW saat Fathu Makkah sejalan dengan teori Indirect Approach yang dikemukakan oleh BH Liddell Hart (1954). Menurutnya, kemenangan strategis tertinggi bukanlah menghancurkan lawan secara frontal, melainkan menciptakan kondisi yang membuat lawan kehilangan kemampuan atau kemauan untuk bertarung. Strategi Rasulullah SAW mencerminkan prinsip tersebut. Pergerakan pasukan dilakukan secara terencana dan relatif senyap sehingga kaum Quraisy tidak memiliki waktu untuk mempersiapkan perlawanan yang signifikan. Ketika kekuatan Islam tiba di Makkah, kondisi psikologis lawan sudah berubah. Perlawanan menjadi tidak lagi rasional. Dalam kajian manajemen strategi modern, kemampuan membaca lingkungan eksternal merupakan faktor penting dalam menciptakan keunggulan strategis. Michael E Porter (1985) menjelaskan, organisasi atau negara yang mampu memahami struktur lingkungan dan memanfaatkan momentum strategis akan memiliki posisi kompetitif yang lebih kuat. View this post on Instagram A post shared by Republika Online (@republikaonline) Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait. Advertisement fathu makkah sejarah ramadhan ramadhan 2026 ramadhan 1447 h recharge iman rechargeiman ekonomi opini Berita Terkait Khazanah - 15 jam yang lalu Bahagia dengan Rasa Cukup Khazanah - 16 jam yang lalu Teladan Sahabat Nabi dalam Memburu Lailatul Qadar Visual - 17 jam yang lalu Mudik Naik Kendaraan Listrik? Ini Daftar SPKLU di Jalur Mudik Khazanah - 17 jam yang lalu Tekanan Keluarga Naik Menjelang Lebaran, Keluhan Kesehatan Mental Melonjak Esgnow - 18 jam yang lalu DAAZ Group Bagikan Bantuan untuk Dhuafa dan Anak Yatim di Wilayah Operasional Khazanah - 18 jam yang lalu Lailatul Qadar Hanya untuk Umat Rasulullah, Benarkah? Khazanah - 20 jam yang lalu BRI-MI Salurkan Santunan Ramadhan untuk Anak Yatim Ameera - 21 jam yang lalu Tips Santap Menu Lebaran tanpa Alami Gangguan Pencernaan Berita Lainnya Esgnow - Rabu , 11 Mar 2026, 19:44 WIB Imbas Efisiensi, PAM Jaya Ungkap Ada Kantor Pemerintahan di Jakarta yang Kembali Gunakan Air Tanah Esgnow - Rabu , 11 Mar 2026, 18:50 WIB Mencekam! Manggala Agni Berhadapan dengan Harimau saat Padamkan Karhutla Riau Esgnow - Rabu , 11 Mar 2026, 18:25 WIB Aksi Gotong Royong Ramadan, Ribuan Mitra Gojek Bersihkan 147 Masjid Serentak Esgnow - Rabu , 11 Mar 2026, 16:39 WIB AI dan Blockchain Dorong Transparansi Pasar Karbon Asia Esgnow - Rabu , 11 Mar 2026, 15:02 WIB DAAZ Group Bagikan Bantuan untuk Dhuafa dan Anak Yatim di Wilayah Operasional Advertisement Terpopuler 1 Belajar dari Fathu Makkah: Strategi Damai Jaga Stabilitas Ekonomi Advertisement Rekomendasi Terkini Kolom Kamis , 12 Mar 2026, 08:56 WIB Belajar dari Fathu Makkah: Strategi Damai Jaga Stabilitas Ekonomi Rabu , 11 Mar 2026, 18:04 WIB I’tikaf dan Lailatul Qadar: Menghidupkan Tradisi Spiritual di Tengah Kehidupan Modern Rabu , 11 Mar 2026, 17:21 WIB Eksistensi Iran dan Ancaman Konflik Global Rabu , 11 Mar 2026, 17:07 WIB Ketika Ekologi Menjadi Kedokteran Rabu , 11 Mar 2026, 15:58 WIB Dari Policy Entrepreneur ke Orkestrator Diplomasi Nasional Advertisement Floating Button Aiman & Aisha Sahabat Belajar Agama Islam Ask me!