Saturday, 28 March 2026 Tentang Kami Kontak
Beranda Politik Drama di Garut: Pemalak Sopir Angkot Berubah Nangis Saat Dic...
Politik

Drama di Garut: Pemalak Sopir Angkot Berubah Nangis Saat Diciduk Brimob!

- 14 Views 1 menit baca
Drama di Garut: Pemalak Sopir Angkot Berubah Nangis Saat Diciduk Brimob!

GARUT, 20 Maret 2026 – Aksi premanisme seorang pria berinisial TN di Garut, Jawa Barat, yang meresahkan sopir angkutan kota, berakhir pilu. Pelaku yang dikenal 'bang jago' ini seketika lemas dan menangis saat personel Satuan Brimob Polda Jabar meringkusnya dalam sebuah patroli rutin.

Kronologi Pemalakan di Jalan Raya Garut-Bandung

Insiden pemalakan ini terjadi pada Kamis (19/3) sekitar pukul 19.00 WIB, di Jalan Raya Garut-Bandung, tepatnya di wilayah Kecamatan Leles, Garut. Menurut keterangan saksi mata dan kepolisian, TN yang diduga dalam pengaruh minuman keras, tiba-tiba menghampiri sopir angkot dan melakukan pengancaman.

  • Pelaku TN mengancam korban dengan menggunakan sebuah kunci roda besi.
  • Ia meminta sejumlah uang kepada sopir angkot.
  • Karena permintaannya tidak dituruti, TN mulai mengamuk di lokasi, menciptakan ketakutan di kalangan warga dan pengguna jalan.

Penangkapan Dramatis oleh Brimob

Korban yang ketakutan lantas berusaha meminta bantuan kepada petugas kepolisian. Beruntung, di saat bersamaan, sejumlah personel Satuan Tugas Penanggulangan Reaksi Cepat (PRC) Brimob dari Batalyon D Pelopor Sat Brimob Polda Jabar sedang berpatroli di sekitar lokasi kejadian.

Tanpa menunggu lama, tim Brimob yang dipimpin oleh Danki 1 Batalyon D Pelopor Sat Brimob Polda Jabar, Iptu Dody Rusmiady, segera bergerak dan meringkus pelaku TN. "Tiba-tiba pelaku datang dan melakukan pemalakan terhadap korban, dengan melakukan pengancaman dengan sebuah kunci roda," ujar Iptu Dody Rusmiady, seperti dilansir detikJabar, Jumat (20/3/2026).

Dari 'Bang Jago' Menjadi Tangisan Penyesalan

Saat diringkus oleh personel Brimob yang sigap, TN yang sebelumnya terlihat garang, seketika tak berdaya. Ia mulai menangis tersedu-sedu, memohon maaf, dan meminta agar dilepaskan dengan alasan ingin berlebaran bersama keluarga.

Kasus ini kini ditangani lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk proses hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Penangkapan ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku kejahatan jalanan, bahwa aparat keamanan senantiasa siaga menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

IKLAN