Saturday, 28 March 2026 Tentang Kami Kontak
Beranda Politik Prabowo Dorong Efisiensi Energi Lewat WFH, Jaga Ketahanan Na...
Politik

Prabowo Dorong Efisiensi Energi Lewat WFH, Jaga Ketahanan Nasional Hadapi Krisis Global

- 13 Views 1 menit baca
Prabowo Dorong Efisiensi Energi Lewat WFH, Jaga Ketahanan Nasional Hadapi Krisis Global

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan langkah-langkah efisiensi energi yang menyasar sektor-sektor spesifik. Kebijakan ini diambil sebagai respons strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah ancaman krisis global dan gejolak harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.

Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (19/3). Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menerima laporan dari sejumlah menteri terkait strategi antisipasi untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga energi.

Fokus pada Sektor Kritis

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menekankan pentingnya implementasi kebijakan hemat energi yang tepat sasaran. "Presiden menginstruksikan agar efisiensi energi benar-benar menyentuh sektor-sektor yang memiliki dampak signifikan terhadap konsumsi energi nasional," ujar Teddy.

Beberapa menteri yang hadir dan memberikan laporan kepada Presiden antara lain:

  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
  • Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto

Selain itu, pejabat tinggi negara lainnya yang turut hadir adalah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, serta Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri. Sekretariat Presiden melalui siaran resminya menjelaskan bahwa langkah efisiensi ini krusial untuk menjamin keberlanjutan pasokan energi dan stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Skema WFH untuk Penghematan BBM

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan salah satu langkah konkret efisiensi adalah penerapan skema kerja dari rumah (WFH) selama satu hari dalam lima hari kerja. Kebijakan ini bertujuan utama untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan.

"Skema WFH ini diharapkan dapat diterapkan secara luas, mencakup aparatur sipil negara (ASN), sektor swasta, dan pemerintah daerah," jelas Airlangga. Ia menambahkan bahwa detail teknis pelaksanaan WFH sedang dalam tahap penyusunan dan akan diumumkan lebih lanjut setelah konsepnya matang. Langkah ini diharapkan tidak hanya mengurangi beban energi tetapi juga mendorong adaptasi terhadap pola kerja yang lebih fleksibel di masa depan.

IKLAN