Solo, Jawa Tengah – Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memberikan penghargaan tinggi kepada Prof. Dr. Emil Salim, seorang tokoh lingkungan hidup legendaris Indonesia. Penghargaan bertajuk Parasamya Anugerah Widyatama Taru Tirta Bawana ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi panjang Emil Salim dalam bidang pelestarian lingkungan hidup.
Penganugerahan berlangsung dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-50 UNS yang digelar di Auditorium GPH Haryo Mataram, kampus UNS. Acara ini dihadiri oleh berbagai sivitas akademika dan tamu undangan.
Penghargaan Simbolis untuk Kontribusi Tak Ternilai
Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, M.A., menyerahkan penghargaan tersebut secara simbolis kepada putri Emil Salim, Amelia Salim, yang hadir mewakili sang ayah. Sementara itu, Emil Salim sendiri mengikuti prosesi penganugerahan secara daring, menunjukkan komitmennya meskipun berhalangan hadir secara fisik.
Dalam pidatonya, Rektor Jamal Wiwoho menegaskan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas kiprah Emil Salim yang luar biasa. “Sosok Prof. Emil Salim dinilai sebagai figur yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan kebijakan lingkungan nasional selama beberapa dekade. Kontribusinya tak ternilai bagi keberlanjutan lingkungan hidup di Indonesia,” ujar Jamal Wiwoho.
Ia menambahkan, tema Dies Natalis UNS tahun ini salah satunya menyoroti isu lingkungan hidup. “Dari berbagai kandidat yang muncul, akhirnya semua pihak sepakat bahwa Prof. Emil Salim layak menerima penghargaan ini karena kiprahnya yang sangat besar dalam bidang lingkungan,” jelasnya.
Rektor berharap, penghargaan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika UNS dan masyarakat luas untuk semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan. Menurutnya, upaya menjaga lingkungan hidup adalah tanggung jawab bersama di tengah berbagai tantangan pembangunan yang kian kompleks.
Jejak Panjang Emil Salim dalam Pemerintahan dan Lingkungan
Emil Salim dikenal sebagai tokoh yang memiliki perjalanan panjang dan cemerlang dalam pemerintahan, khususnya di bidang lingkungan hidup. Kariernya mencakup berbagai posisi strategis:
- 1971–1973: Menteri Negara Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara
- 1973–1978: Menteri Perhubungan
- 1978–1983: Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup
- 1983–1993: Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup
Peran kuncinya dalam membentuk kebijakan lingkungan di Indonesia menjadikannya salah satu arsitek utama dalam menjaga kelestarian alam dan sumber daya hayati.
Pesan Emil Salim: Jaga Kekayaan Alam Indonesia
Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, Emil Salim menekankan pentingnya menjaga kekayaan sumber daya alam Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan sebagai negara tropis dengan keragaman hayati yang sangat besar.
“Potensi alam tersebut harus dijaga dan dikelola dengan bijak untuk keberlanjutan generasi mendatang. Kita memiliki tanggung jawab moral untuk melestarikan anugerah ini,” tutur Emil Salim.
Penganugerahan ini menjadi pengingat akan pentingnya peran individu dan institusi dalam menjaga kelestarian lingkungan, sebuah isu krusial yang terus menjadi prioritas global.