Beranda Politik Iran Tolak Damai, Siap Perang Lanjutan: Khamenei Gugur dalam...
Politik

Iran Tolak Damai, Siap Perang Lanjutan: Khamenei Gugur dalam Serangan AS-Israel?

- 15 Views 1 menit baca
Iran Tolak Damai, Siap Perang Lanjutan: Khamenei Gugur dalam Serangan AS-Israel?

Teheran kembali menegaskan sikap menantangnya terhadap Amerika Serikat, menyatakan tidak ada rencana untuk berunding dan siap melanjutkan permusuhan. Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah serangkaian insiden mematikan yang mengguncang kawasan tersebut.

Mohammad Mokhber, ajudan senior mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, pada Rabu (4/3/2026) secara tegas menyatakan bahwa Iran tidak memiliki kepercayaan pada Amerika Serikat. "Tak ada kepercayaan pada Amerika, juga tak ada alasan untuk berunding," ujarnya dalam siaran televisi nasional.

Pengalaman Perang dan Kesediaan Melanjutkan Konflik

Mokhber menekankan bahwa Iran tidak gentar melanjutkan perang, mengacu pada pengalaman delapan tahun Perang Iran-Irak (1980-1988). "Pengalaman sejarah menunjukkan kita tak takut perang, kita tak gentar melanjutkannya," tambahnya, menegaskan kapasitas Iran untuk menghadapi konflik berkepanjangan.

Serangan dan Balasan: Eskalasi di Kawasan

Pernyataan ini muncul setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersumpah tidak akan membiarkan begitu saja serangan gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu sebelumnya. Serangan tersebut menargetkan sejumlah lokasi di Iran, termasuk ibukota Teheran, dan dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan serta korban sipil.

Situasi semakin dramatis ketika televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, gugur dalam serangan mematikan tersebut. Sebagai respons, Iran segera meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di Timur Tengah.

Tuduhan IRGC dan Korban Sipil

IRGC menuduh pasukan AS-Israel sengaja menargetkan infrastruktur sipil seperti sekolah, rumah sakit, stadion, restoran, dan gedung pernikahan. Tujuan serangan ini, menurut IRGC, adalah untuk menciptakan kepanikan di kalangan masyarakat Iran. Mereka mengklaim bahwa jumlah korban jiwa warga sipil telah melampaui 700 orang, memicu kemarahan publik dan seruan untuk pembalasan lebih lanjut.

Konflik Regional dan Dampak Global

Eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel ini berpotensi memicu gejolak yang lebih luas di kancah internasional. Para pengamat khawatir bahwa permusuhan yang terus berlanjut dapat mengganggu stabilitas regional dan memiliki konsekuensi ekonomi serta politik global yang signifikan.

IKLAN