Politik
Populer: Siaga 1 TNI hingga Andrie Yunus Disiram Air Keras
Populer: Siaga 1 TNI hingga Andrie Yunus Disiram Air Keras | tempo.co Setelah TNI Siaga 1 Mengantisipasi Perang Iran-Israel Populer: Siaga 1 TNI hingga Andrie Yunus Disiram Air Keras Fakta-Fakta Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus JK soal Serangan ke Andrie Yunus: Polisi Harus Ungkap Motif Iklan SosialPopuler: Siaga 1 TNI hingga Andrie Yunus Disiram Air KerasAda lima berita nasional yang menjadi sorotan selama pekan kedua Maret. Salah satunya penyerangan air keras kepada Andrie Yunus.15 Maret 2026 | 06.48 WIB Dengarkan artikel Bagikan Gabung Tempo Circle PerbesarPasukan TNI setelah mengikuti apel di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, 10 Maret 2026. Markas Besar TNI menetapkan status siaga I untuk seluruh satuan pertahanan di Indonesia bertujuan untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lingkungan internasional, regional, maupun nasional. Tempo/Amston ProbelBERITA Nasional yang menjadi sorotan pekan kedua Maret 2026, 9 sampai 10 Maret 2026, berkaitan dengan penetapan status siaga I TNI, pasokan BBM di tengah perang Iran dan Israel dengan Amerika Serikat, dan Board of Peace (BoP). Berita lain yaitu longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, dan dan penyerangan air keras kepada Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca Iklan BACA JUGA Fakta-Fakta Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie YunusBerikut lima berita terpopuler di kanal Nasional Tempo selama pekan kedua Maret: Penetapan Status Siaga I TNI BACA JUGA JK soal Serangan ke Andrie Yunus: Polisi Harus Ungkap MotifPanglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menetapkan status siaga I. Surat telegram nomor TR/283/2026 itu diteken sebagai respons terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi meminta TNI menjelaskan situasi keamanan dalam negeri di tengah perang di Timur Tengah. Ia juga meminta satuan militer itu memberikan penjelasan yang memadai mengenai kebocoran telegram rahasia tentang penetapan siaga I oleh Panglima TNI Agus Subiyanto.Menurut Khairul, meskipun secara taktis instruksi siap siaga yang dikeluarkan panglima ditujukan untuk internal, namun keputusan itu kini terlanjur beredar luas sehingga memicu kecemasan di masyarakat. "Istilah militer siaga I memiliki bobot psikologis yang amat berat di telinga publik sipil," kata dia kepada Tempo pada Senin, 9 Maret 2026. Bahlil Klaim Stok BBM Cukup Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan daya tampung BBM di Tanah Air hingga kini masih mencukupi untuk kebutuhan 21 hingga 25 hari. Bila pasokannya berkurang, kata dia, pemerintah akan terus mengisi stok bahan bakar tersebut.Karena itu dia meminta agar tidak perlu melakukan pembelian panik di tengah fluktuasi harga minyak dunia buntut perang di Timur Tengah. “Memang stok BBM kita cukup,” katanya di Istana Negara, Jakarta pada Selasa, 10 Maret 2026.Bahlil mengatakan industri BBM domestik juga terus berjalan, pun dengan impor minyak jadi dari Asia Tenggara yang diklaim tidak menghadapi masalah. “Jadi enggak perlu ada sampai (panic buying) begitu,” ujar dia. Jusuf Kalla Nilai BoP Belum Ciptakan PerdamaianMantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai struktur Board of Peace (BoP) belum mencerminkan upaya nyata untuk menciptakan perdamaian. Ia menyoroti dominasi Amerika Serikat dalam lembaga tersebut, terutama karena Presiden AS memiliki posisi ketua sekaligus hak veto dalam pengambilan keputusan.Menurut Kalla, sejak awal pembentukan BoP ia memandang forum itu bisa saja bermanfaat apabila benar-benar mampu membantu proses perdamaian, khususnya di Palestina. Namun perkembangan terbaru justru menimbulkan keraguan terhadap efektivitas lembaga tersebut.“Saya bilang, BoP boleh, tapi selama dia bisa mengamankan atau mendamaikan Palestina. Cuma baru ditandatangani, Amerika sudah perang bagaimana caranya? Nah kalau cara begitu ya tidak ada manfaatnya,” kata Kalla, saat ditemui di Jakarta, dikutip Kamis, 12 Maret 2026 Longsor TPST Bantargerbang Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mendesak pemerintah segera mereformasi tata kelola sampah setelah longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, yang menelan korban jiwa.Pengkampanye Urban Berkeadilan WALHI, Wahyu Eka Setyawan, menilai kejadian tersebut menunjukkan kegagalan pemerintah, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemerintah Provinsi Jakarta, dalam menerapkan kebijakan pengelolaan sampah yang aman. “Tragedi ini menegaskan sistem pengelolaan sampah yang bertumpu pada penumpukan di TPA telah mencapai titik krisis dan membahayakan keselamatan manusia,” kata Wahyu dalam keterangan tertulis, Ahad, 9 Maret 2026. Aktivis Diserang Air KerasWakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus menjadi target serang air keras. Sebelum kejadian itu, Andrie beberapa kali ditelepon oleh sejumlah nomor tak dikenal. Andrie diserang di Jalan Talang, Jakarta Pusat, pada malam hari sekitar pukul 23:37 WIB, Kamis, 12 Maret 2026.Kontras mencatat ada delapan nomor yang sempat menghubungi Andrie dalam rentang 9-11 Maret 2026. “Terdapat beberapa nomor tidak dikenal yang kerap kali menelpon korban,” kata Koordinator Kontras Dimas Bagus Arya dalam keterangan tertulis, Jumat, 13 Maret 2026.Tiga nomor tersebut tidak diketahui identitas pemiliknya. Sedangkan lima nomor lain diduga pelaku penipuan dan pinjaman online.Berdasarkan penelusuran koalisi masyarakat sipil, Andrie dibuntuti oleh orang tidak dikenal belakangan ini. “Kami menelusuri beberapa hari Andrie diintai dari rumahnya, dari mess-nya, tempat-tempat berkunjungnya,” kata Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur dalam konferensi pers di Jakart Eka Yudha Saputra, Dani Aswara, Noval Panji Nugroho, dan Dede Leni Mardianti berkontribusi dalam tulisan iniPilihan Editor: Setelah TNI Siaga 1 Mengantisipasi Perang Iran-Israelandrie-yunuspenyiraman-air-keraskontrasbantargebangsiaga-1Hendrik YaputraBergabung dengan Tempo pada 2023. Lulusan Universitas Negeri Jakarta ini banyak meliput isu pendidikan dan konflik agraria. Edisi 8 Maret 2026Angan-angan Juru DamaiAngan-angan Juru DamaiAngan-angan Jadi Juru Damai Perang Iran-IsraelKemanusiaan di Atas Perang IranPerang Iran dan Reaksi Ambigu Pemerintahan Prabowo-GibranAlasan Sumir Amerika Menyerang IranStruktur Pemerintahan Iran Setelah Ali Khamenei Wafat Lihat Edisi Selengkapnya PODCAST REKOMENDASI TEMPO Podcast TerkaitPodcast TerbaruNovel Desak Prabowo Beri Perhatian pada Kasus Andrie Yunus Foto Anies Baswedan Beri Dukungan Moral Andrie Yunus Foto Kronologi Penyerangan Aktivis KontraS Andrie Yunus Iklan Artikel Terbaru Iklan Artikel Trending Iklan Politik Setelah TNI Siaga 1 Mengantisipasi Perang Iran-Israel Fakta-Fakta Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus Suara Ibu di Yogyakarta Bagikan Bunga Dukung Andrie Yunus 15 Pakar Komunikasi Sambangi Rumah Jusuf KallaPendidikan Reformasi Kenaikan Jabatan Profesor Politeknik Tempo dan IKADIM Gelar Bedah Buku Soft Skills untuk Gen Z Tokio Marine dan Lazismu Berikan Beasiswa Sang Surya 2025 untuk Mahasiswa Politeknik Tempo Unsri Investigasi Mahasiswa Baru Disuruh Berciuman saat Pengenalan KampusNusa Kontroversi Jakarta sebagai Daerah Khusus JK soal Serangan ke Andrie Yunus: Polisi Harus Ungkap Motif Sebulan Hilang, Nelayan Aceh Terdampar di Sri Lanka Kendaraan Masuk Gerbang Tol Kalikangkung Mulai MeningkatSosial 100 Tahun Ahmadiyah di Antara Kita Populer: Siaga 1 TNI hingga Andrie Yunus Disiram Air Keras Respons UI soal Rencana Pembatasan Kuota Penerimaan Maba Pesan Pemerintah kepada Sopir Bus Mudik LebaranDifabel Petugas Pelabuhan Dapat Pelatihan Bahasa Isyarat Begini Cara Reaktivasi PBI BPJS Kesehatan bagi Disabilitas Kemensos Akan Verifikasi Akreditasi Panti Disabilitas Mental Lihat Indeks Artikel Iklan Iklan Iklan Iklan Beranda Harian Mingguan Tempo Plus