Beranda Politik Prabowo Kumpulkan Tokoh Bangsa Bahas Posisi RI di BoP Gaza P...
Politik

Prabowo Kumpulkan Tokoh Bangsa Bahas Posisi RI di BoP Gaza Pasca Eskalasi Iran

- 13 Views 1 menit baca
Prabowo Kumpulkan Tokoh Bangsa Bahas Posisi RI di BoP Gaza Pasca Eskalasi Iran

Jakarta, Berita Nasional – Presiden Prabowo Subianto menggelar diskusi kebangsaan yang mendalam di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (3/3/2026) malam. Pertemuan penting ini fokus membahas posisi strategis Indonesia sebagai anggota Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP) pasca-serangan sepihak Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang memicu eskalasi.

Diskusi berdurasi 3,5 jam ini melibatkan sejumlah tokoh nasional terkemuka, termasuk mantan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Boediono, serta Wakil Presiden ke-13 KH Ma'ruf Amin. Turut hadir pula para ketua umum partai politik yang memiliki perwakilan di DPR RI, perwakilan dunia usaha, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, dan pimpinan lembaga negara.

Masa Depan Dewan Perdamaian Gaza di Tengah Konflik Iran

Menteri Luar Negeri periode 2001-2009, Noer Hassan Wirajuda, yang hadir dalam diskusi tersebut, menyampaikan inti pembahasan kepada awak media usai acara. Menurutnya, fokus utama adalah mengevaluasi dampak konflik di Iran terhadap posisi dan mandat BoP.

“Kami bahas (BoP), tetapi juga dalam konteks perkembangan mutakhir, apakah dengan perang yang berkecamuk di Iran ini akan melemahkan, kemungkinan melemahkan posisi dan mandat BoP. Kita akan berhitung lagi dari sisi itu,” jelas Hassan Wirajuda saat jumpa pers di Istana Kepresidenan RI.

Presiden Prabowo secara komprehensif memaparkan gambaran eskalasi di negara-negara Teluk Timur Tengah dan implikasinya terhadap Indonesia. Diskusi ini menjadi krusial untuk menentukan langkah Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.

Tantangan Geopolitik Global dan Peran Indonesia

Selain fokus pada BoP, pertemuan tersebut juga mendiskusikan posisi Indonesia di tengah melemahnya peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta sulitnya penegakan hukum dan aturan internasional (rule-based order), terutama jika yang melanggar adalah negara-negara kuat.

Hassan Wirajuda menambahkan, Presiden Prabowo menekankan pentingnya navigasi yang cermat dalam menghadapi kompleksitas global saat ini. “Bapak Presiden menggambarkan bagaimana kita harus menavigasi hidup kita, bukan hanya dua karang, tetapi sekarang beberapa karang dan itu tidak mudah,” ujarnya.

Diskusi juga menyentuh implikasi konflik terhadap keamanan dan perdamaian dunia secara keseluruhan, serta potensi dampaknya terhadap ekonomi global, khususnya terkait pasokan minyak dan gas. Ini menunjukkan kekhawatiran serius pemerintah terhadap gejolak yang bisa merembet ke sektor energi dan stabilitas ekonomi.

Kehadiran para tokoh lintas generasi dan sektor dalam diskusi ini menegaskan komitmen Presiden Prabowo untuk mencari pandangan terbaik dalam merumuskan kebijakan luar negeri Indonesia di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks dan penuh tantangan.

IKLAN