Beranda Politik Ribuan Jemaah Umrah Kembali dari Timur Tengah di Tengah Konf...
Politik

Ribuan Jemaah Umrah Kembali dari Timur Tengah di Tengah Konflik, Kemenhaj Prioritaskan Keselamatan

- 8 Views 1 menit baca
Ribuan Jemaah Umrah Kembali dari Timur Tengah di Tengah Konflik, Kemenhaj Prioritaskan Keselamatan

Jakarta, CNN Indonesia – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mencatat lebih dari 7.700 jemaah umrah telah kembali ke Tanah Air di tengah memanasnya situasi konflik di kawasan Timur Tengah. Data terbaru menunjukkan, sebanyak 7.782 jemaah telah tiba di Indonesia.

Kepulangan ribuan jemaah ini merupakan akumulasi data yang tercatat sejak tanggal 28 Februari hingga 2 Maret. Meskipun demikian, Kemenhaj menyatakan masih ada sejumlah jemaah yang menunggu kepastian jadwal penerbangan, khususnya mereka yang menggunakan maskapai dengan rute transit.

Prioritas Utama: Keselamatan Jemaah

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar, menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan keselamatan seluruh jemaah. "Kami memastikan negara hadir. Keselamatan jemaah adalah prioritas utama," ujar Dahnil dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (4/3).

Dahnil menambahkan, Kemenhaj terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri serta seluruh pihak terkait untuk menjamin proses kepulangan jemaah berlangsung aman dan lancar.

Imbauan Penundaan Keberangkatan dan Skema Mitigasi

Merespons eskalasi situasi di Timur Tengah, Kemenhaj juga telah mengeluarkan imbauan resmi agar calon jemaah umrah menunda keberangkatan dalam waktu dekat. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan hasil koordinasi lintas kementerian dan demi perlindungan jemaah.

"Kami mengimbau calon jemaah umrah untuk menunda keberangkatan sementara waktu. Langkah ini diambil semata-mata demi keselamatan dan perlindungan jemaah," jelas Dahnil.

Hingga penutupan musim umrah pada April mendatang, tercatat lebih dari 43 ribu calon jemaah dijadwalkan berangkat pada periode Maret-April. Bagi jemaah yang masih berada di Tanah Suci atau menunggu kepulangan, Kemenhaj telah menyiapkan dua skema dukungan:

  • Meminta penambahan armada penerbangan kepada maskapai nasional Garuda Indonesia, terutama selama periode Ramadan.
  • Menyiapkan penyesuaian skenario penerbangan, termasuk rute alternatif, apabila eskalasi situasi terus meningkat.

"Jika diperlukan, akan ada penambahan armada dan penyesuaian rute agar jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan aman dan tepat waktu," kata Dahnil.

Persiapan Haji 2026 Berjalan Optimal

Di sisi lain, Kemenhaj memastikan bahwa seluruh perangkat pelayanan untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 telah dipersiapkan lebih dini. Pemerintah menyatakan optimistis bahwa pelaksanaan haji tahun depan dapat berjalan sesuai jadwal.

Meskipun demikian, Kemenhaj tetap menyiapkan sejumlah skenario antisipatif dan mitigasi sebagai langkah kehati-hatian. "Kami mempersiapkan seluruh perangkat layanan lebih awal agar penyelenggaraan haji 2026 berjalan optimal. Namun demikian, kami tetap menyiapkan berbagai skenario mitigasi sebagai langkah kehati-hatian," tutup Dahnil.

IKLAN