Jakarta, BeritaKini.com – Rismon Hasiholan Sianipar, sosok yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, diketahui menemui Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, pada Jumat (13/3/2026).
Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 09.55 WIB itu menarik perhatian publik, mengingat status Rismon sebagai salah satu penuding keaslian ijazah Presiden Jokowi. Saat ditanya awak media terkait maksud kedatangannya, Rismon hanya menjawab singkat, “Silaturahmi saja lah.”
Tanggapan Gibran atas Permintaan Maaf Rismon
Sebelum pertemuan ini, Gibran Rakabuming Raka telah merespons permintaan maaf yang disampaikan Rismon terkait kasus dugaan ijazah palsu Jokowi. Gibran menyambut baik inisiatif tersebut, menekankan pentingnya saling memaafkan.
- “Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan,” ujar Gibran dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).
- Gibran juga mengapresiasi sikap Rismon yang telah mengklarifikasi serta meninjau kembali pernyataan yang sebelumnya disampaikan kepada publik. “Langkah tersebut menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi,” tambahnya.
Perjalanan Kasus dan Klarifikasi Rismon
Rismon Hasiholan Sianipar merupakan salah satu dari beberapa individu yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi di Polda Metro Jaya. Bersama Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma alias dr Tifa, Rismon menuding ijazah Jokowi palsu berdasarkan hasil “penelitian ilmiah” mereka yang dibukukan dalam Jokowi's White Paper.
Namun, dalam perkembangan terbaru, Rismon justru menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia menyatakan tidak ada kejanggalan dalam ijazah S1 Presiden Joko Widodo dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Tidak ada manipulasi digital seperti yang saya simpulkan pada buku Jokowi's White Paper. Artinya apa? Keasliannya terjaga,” kata Rismon setelah diterima Presiden Jokowi di kediamannya, Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (12/3/2026). Pengakuan ini didasarkan pada penelitian lanjutan yang ia lakukan, yang menyimpulkan keaslian ijazah Jokowi.
Permintaan maaf Rismon ini juga disertai dengan penyerahan ulos dan arsik kepada Presiden Jokowi, sebagai simbol penghormatan dan permohonan maaf.