Jakarta, CNN Indonesia – Insiden penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, telah memicu gelombang kecaman dari Koalisi Masyarakat Sipil. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus teror ini, yang dinilai sebagai ancaman serius terhadap iklim demokrasi dan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, dalam konferensi pers pada Jumat (13/3/2026), menyatakan bahwa aksi teror terhadap Andrie bukan sekadar alarm, melainkan indikasi bahwa Indonesia telah memasuki jurang demokrasi. Menurutnya, insiden ini menambah daftar panjang teror dan intimidasi yang dialami KontraS selama 28 tahun kiprahnya.
Situasi Demokrasi di Titik Nadir
Dimas Bagus Arya menegaskan bahwa situasi yang terjadi saat ini bukan lagi sekadar peringatan, melainkan titik nadir bagi demokrasi Indonesia.
- “Saya mau menyampaikan bahwa situasi ini bukan alarm lagi, di sini semua berkumpul bukan menyampaikan kita ada di alarm demokrasi, inilah jurang demokrasi inilah titik nadir demokrasi,” ujarnya.
- Ia menambahkan, KontraS selalu menghadapi berbagai teror yang harus diusut tuntas pelakunya.
- Desakan juga ditujukan kepada negara untuk serius dalam akuntabilitas penegakan hukum dan perlindungan HAM, serta meminta rezim yang berencana membentuk Kementerian HAM untuk berpihak pada pembela HAM.
Seruan Amnesty International dan YLBHI
Dukungan dan desakan serupa datang dari Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, dan Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur.
Investigasi Cermat dan Menyeluruh
Usman Hamid mengutuk keras serangan tersebut dan menyoroti bahwa ini bukan kali pertama Andrie Yunus mengalami serangan. Ia mengungkapkan bahwa Andrie kerap bersinggungan dengan isu militer, namun mengingatkan agar tidak terburu-buru menuduh pihak tertentu.
- “Kami ada di sini untuk mengutuk keras serangan air keras terhadap Andrie Yunus. Serangan ini bukan pertama kali dialami Andrie Yunus,” jelas Usman.
- Ia menekankan pentingnya investigasi serius dan cermat, mengingat teror semacam ini sering muncul di tengah ketegangan konflik elite politik.
Polisi Diminta Ungkap Dalang
Sementara itu, Muhammad Isnur dari YLBHI memuji keberanian Andrie Yunus. Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan kepolisian sejak insiden terjadi dan mendesak agar polisi segera mengungkap pelaku serta dalang di balik penyerangan ini.
“Dari semalam kami sudah melihat dan berkomunikasi dengan polisi mereka sudah mengambil semuanya. Seharusnya tidak ada hambatan untuk mengungkap,” kata Isnur, optimis terhadap kemampuan polisi dalam menangani kasus ini.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus ini menambah daftar panjang kasus kekerasan terhadap aktivis HAM di Indonesia, sekaligus menjadi sorotan tajam terhadap komitmen negara dalam menjaga iklim demokrasi dan melindungi para pembela HAM.