YOGYAKARTA – Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) telah merampungkan pemetaan jalur mudik yang teridentifikasi rawan longsor dan pohon tumbang. Langkah antisipatif ini dilakukan guna memastikan keselamatan pemudik menjelang Lebaran 2026, khususnya mengingat potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.
Direktur Lalu Lintas Polda DIY, Komisaris Besar Polisi Arie Prasetya Syafaat, pada Kamis, 5 Maret 2026, menekankan perlunya kewaspadaan ekstra. Pemetaan ini menyoroti titik-titik rawan longsor serta lokasi yang kerap menjadi langganan pohon tumbang akibat angin kencang.
Titik Rawan Longsor di Kulonprogo Jadi Perhatian Utama
Kabupaten Kulonprogo menjadi fokus utama dalam pemetaan ini, dengan empat titik rawan longsor yang memerlukan kewaspadaan tinggi. Jalur-jalur ini berpotensi membahayakan pemudik jika terjadi pergeseran tanah.
- Jalan Dekso menuju Samigaluh
- Jalan Pengasih arah Sermo
- Jalur penghubung Wates ke Kokap
- Jalur Temon ke Kokap
Kewaspadaan Serupa di Jalur Gunungkidul
Tidak hanya Kulonprogo, kerawanan longsor juga terdeteksi di beberapa wilayah Kabupaten Gunungkidul. Pemudik yang melintasi jalur-jalur ini diminta untuk selalu berhati-hati dan memantau kondisi sekitar.
- Jalan Wedi menuju Wonosari kawasan Gedangsari
- Jalan Semanu yang menghubungkan ke Pracimantoro
- Jalur utama Wonosari ke Yogyakarta di area Kepil dan Putat
Antisipasi Pohon Tumbang di Wilayah Bantul
Selain ancaman longsor, risiko pohon tumbang juga menjadi perhatian, khususnya di Kabupaten Bantul. Angin kencang dapat menyebabkan pohon tumbang dan menghambat arus lalu lintas.
- Jalan Ringroad Selatan sekitar Singosaren dan Banguntapan
- Jalan Imogiri Barat di Simpang Empat Wojo
Perubahan Operasional Fungsional Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Purwomartani
Selain faktor alam, Kombes Pol Arie juga mengingatkan pemudik mengenai perubahan operasional fungsional Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan hingga Purwomartani. Jalur tol ini akan dibuka secara terbatas untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
- Periode Operasional: 14 hari, mulai 16-29 Maret 2026.
- Fungsi: Hanya sebagai pintu masuk (entrance) menuju Gerbang Tol Purwomartani.
- Tujuan: Bagi kendaraan yang hendak keluar dari wilayah Yogyakarta menuju Klaten, Solo, dan sekitarnya.
- Jam Operasional: Dibatasi dari pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB setiap harinya.
Mengingat jarak yang relatif pendek antara jalan arteri Jogja-Solo menuju Gerbang Tol Purwomartani (sekitar 586 meter), Polda DIY telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas, termasuk sistem buka-tutup, untuk mengantisipasi antrean kendaraan agar tidak mengular ke jalan utama. Pemudik diimbau untuk selalu mematuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keamanan perjalanan.