Beranda Politik WNI di Abu Dhabi Ketar-ketir Rudal Iran Hantam Dubai: "Sempa...
Politik

WNI di Abu Dhabi Ketar-ketir Rudal Iran Hantam Dubai: "Sempat Lari Selamatkan Diri!"

- 6 Views 1 menit baca
WNI di Abu Dhabi Ketar-ketir Rudal Iran Hantam Dubai: "Sempat Lari Selamatkan Diri!"

Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Hadiyanti (38), merasakan kepanikan luar biasa saat rudal Iran menyerang wilayah dekat Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Meskipun bekerja di Abu Dhabi yang berjarak cukup jauh, ia mengaku sempat ketar-ketir dan menyaksikan langsung cahaya merah di langit serta suara dentuman keras.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026, itu membuat Hadiyanti dan rekan-rekannya panik. "Saya bersama rekan kerja lain sempat berlari ke lantai atas untuk mengamankan diri. Kami merasa waswas dan ketar-ketir," ujarnya melalui pesan suara WhatsApp kepada Tempo, Sabtu, 7 Maret 2026.

Kepanikan di Tengah Serangan Rudal

Hadiyanti menceritakan, meski serangan rudal tersebut tidak menargetkan Abu Dhabi, rasa takut tetap menghinggapi dirinya dan rekan-rekan WNI lainnya. Serangan itu ditujukan ke fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di kota Dubai.

"Kata majikan, Abu Dhabi bukan sasaran serangan Iran karena tidak ada pangkalan militer Amerika. Pangkalan itu ada di Dubai, jarak satu jam dari sini. Di Dubai memang banyak bule warga asing yang tinggal," jelas wanita asal Desa Mayak, Kecamatan Cibeber, Cianjur ini.

Saat insiden terjadi, majikan Hadiyanti sempat meliburkan karyawan dan menjamin situasi aman. Jarak antara Abu Dhabi dan Dubai yang sekitar satu jam perjalanan darat memang membuat Abu Dhabi relatif lebih aman dari target militer langsung.

Langkah Antisipasi Pemerintah Daerah

Hadiyanti, yang sudah lebih dari tiga tahun bekerja di Abu Dhabi dan baru saja memperpanjang kontrak, mengaku belum ada rencana untuk pulang ke Indonesia. Namun, ia akan terus memantau situasi dan kondisi di lapangan.

"Tapi, sekarang lihat situasi dan kondisi. Kalau majikan menganggap kondisinya berbahaya, mungkin kami disuruh pulang dulu ke Indonesia. Tapi sampai saat ini kami merasa aman-aman saja," tuturnya.

Menanggapi kekhawatiran warganya, Pemerintah Kabupaten Cianjur bergerak cepat. Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan Kedutaan Besar RI di beberapa negara Timur Tengah.

  • Koordinasi dilakukan untuk memastikan keselamatan warga Cianjur.
  • Mencari solusi percepatan pemulangan jika situasi memburuk.
  • Memastikan semua warga Cianjur yang terjebak konflik Timur Tengah mendapatkan perlindungan.

"Kami terus berkoordinasi agar Kementerian Luar Negeri bisa segera mencarikan solusi dalam percepatan untuk memulangkan warga Cianjur yang terjebak konflik perang Timur Tengah," ujar Wahyu di Cianjur, Sabtu, 7 Maret 2026.

IKLAN