Jakarta, CNN Indonesia – Upaya konservasi gajah Sumatra di Provinsi Riau mendapatkan angin segar. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau langsung Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga dan PLG Minas di Riau, memastikan percepatan program krusial penyambungan koridor habitat gajah yang selama ini terfragmentasi.
Kunjungan Menhut Raja Juli pada Kamis (5/3/2026) ini merupakan bagian dari evaluasi dan akselerasi program vital tersebut. Fragmentasi habitat akibat alih fungsi lahan dan kerusakan hutan telah lama menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup populasi gajah Sumatra.
Peningkatan Fasilitas di PLG Sebanga
Sebelumnya pada November lalu, Raja Juli juga telah meninjau PLG Sebanga dan menerima aspirasi masyarakat terkait keterbatasan lahan serta sarana. Kini, kemajuan signifikan terlihat dengan terealisasinya berbagai fasilitas pendukung kesejahteraan satwa di lokasi tersebut.
- Pembangunan embung air untuk ketersediaan air bersih.
- Perluasan lahan hingga 15 hektare untuk pengayaan pakan gajah, dari yang sebelumnya dikeluhkan hanya 1 hektare.
- Pengadaan kandang jepit untuk memudahkan proses pengobatan dan perawatan medis gajah.
- Penanaman pakan alami seperti tebu, nanas, dan pisang seluas sekitar 1 hektare.
"Alhamdulillah di hari dan bulan yang baik ini, saya berkesempatan mengunjungi PLG Sebanga. Beberapa bulan yang lalu juga saya berkunjung ke Sebanga, saya dapat aspirasi bahwa PLG Sebanga kondisinya memprihatinkan, netizen mengatakan sisa 1 hektare. Alhamdulillah sekarang kita pastikan sudah 15 hektare untuk tempat ngangonnya," ujar Raja Juli dalam keterangannya.
PLG Minas Menuju Konektivitas Habitat dan Klinik Gajah
Dari Sebanga, Menhut Raja Juli melanjutkan peninjauannya ke PLG Minas. Di lokasi ini, pemerintah memiliki rencana ambisius untuk memperkuat fasilitas kesehatan satwa sekaligus mendorong konektivitas habitat gajah yang terisolasi.
"Insyaallah ini akan kita dirikan klinik gajah, juga ada program menyambungkan koridor dari PLG Minas ini ke beberapa tempat lain yang memang terisolasi karena fragmentasi hutan," jelasnya.
Program penyambungan koridor ini sangat krusial untuk menjaga pergerakan alami gajah, meminimalisir konflik dengan manusia, dan memastikan keberlanjutan populasi gajah Sumatra di Riau. Raja Juli juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun swasta, untuk turut serta mendukung upaya konservasi ini demi masa depan gajah Sumatra.